Aku Lelah…..

Aku gelisah, tak dapat tidur malam itu, malam 15 Juli 2009. Sering ku terjaga dan merasa hari sudah pagi, namun jarum jam baru menunjukkan pukul 23 teng. Ku coba tuk tenangkan diri dan mengatur kosakata-kosakata yang harus ku ucapkan dan bagaimana reaksiku tatkala pagi itu telah tiba.

Selepas Adzan Shubuh aku bergegas bangkit untuk tunaikannya. ku hampiri ayah yang baru datang dari Mushollah, ia nampak terkejut di pagi buta seperti ini aku sudah datang dengan berpakaian rapi dan lengkap dengan peralatan tugasku. “lho, kok pagi, ada apa, mau kemana?” ujarnya penuh selidik. “saya mau ke Surabaya pak, ada tugas” jawabku. cepat-cepat ku ulurkan tangan tuk mencium tangan dan telapaknya. Begitu juga dengan ibuku yang baru melepas mukenanya. “Hati-hati, bawah mobil saja lewat tol gak ada macet, lagian musin dingin seperti ini gak baik naik motor” usul ibuku. Usulan ibu aku tangguhkan dulu, toh semalam semua sudah aku rancang di ranjang kamarku. pakai motor lebih gesit, alasanku menolak niat baik ibu.

Motor ku geber pada speedometer 80km/h dengan harapan aku bisa sampai di tempat sebelum orang-orang mendahuluiku. Pukul 6.30 teng aku sudah berada di Gerbang Unesa kampus ketintang, ku amati satu persatu setiap nyawa yang melintas, tapi ku tak melihat orang yang kucari. Kemana ia pergi? ku coba menelpon berkali-kali, namun tak ada jawab. hanya jawaban dari operator bahwa sambunganku masuk mailbox. Aku yang berharap pagi ini bisa ketemu ternyata ku hanya bertemu dengan kenangan-kenangan masa laluku. Aku kecewa namun ku tetap mencoba untuk menghibur diri bahwa aku datang terlalu siang, mungkin ia sudah melewati gerbang beberapa detik sebelum aku sampai. Aku tetep bertahan dan berharap ia ketiduran, sehingga aku bisa mengantarnya sampai tempat tujuan dan aku bisa ia anggap sebagai PAHLAWAN. ah…. ternyata aku jadi pahlawan kesiangan beneran. bukan pahlawan kesiangan dalam arti kiasan yang berarti orang yang terlambat dalam mengerjakan “Proyek besar”.

Sedih, Malu, dan lelah hati ini mencari, terpaan panas sinar matahari dari sela-sela dedaunan pohon yang mulai habis berguguran akibat musim kemarau seolah menggambarkan jiwaku yang lelah mencarinya sekaligus mengingatkanku akan tugas utamaku ke Unesa Kampus Lidah. “wis jam sak mene(8), gak mungkin telat sampai selama ini”ucapku lirih. Aku Ke kantor SATPAM kampus menumpang mandi. “Ngantar siapa rik?”, “eh, nganter adik Had”,”Lho, kamu punya adik lulus SMA? bukankah adik mu yang terakhir kuliah di Universitas Negeri Malang? tapi, ku lihat dari tadi sepertinya kamu mencari seseorang?”jelasnya. Aduh, bakal ketahuan Hadi aku. Hadi adalah teman kuliahku dulu yang aktif di MENWA. ku hiraukan pertanyaan-pertanyaannya dan ku segera menutup pintu kamar mandi. setelah mandi ku ucapkan terimakasih dan kembali tidak menghiraukan Hadi yang mulai curiga, dan ku bergegas untuk ke Kampus lidah. Kemacetan Jalan ketintang setiap pagi adalah alasan utama kenapa hari ini aku memakai motor.

Lelah, aku bener-bener lelah dengan nasibku ini, pernah suatu hari aku sudah sampai “Texasnya Indonesia” kota yang berbatasan dengan kotanya, untuk datang memberi kejutan dan berbicara baik-baik dengan keluarganya, namun di tengah jalan ternyata ia mengirim sebuah pesan bahwa ia sudah berhubungan dengan menyandang status RESTU dari kedua orang tuanya, tanpa berpikir panjang ku putar 180 derajat haluan kemudi mobilku, dan kupacu dengan kecepatan maksimal seolah aku masuk ke arah yang salah dan dikejar setan. Kemana lagi kuharus menemukan mu?

Tinggalkan Balasan