Meski aku tahu tapi aku tetap menganggap bahwa ini bukan mimpi. Ini nyata. Aku dan dia kembali dipertemukan Tuhan untuk saling mengenal satu sama lain. Laili Rosalina, seperti hidup kembali.
Pada awalnya, aku sebagai lelaki yang merasa hilang kepercayaan dirinya harus membangun kepercayaan diri untuk menampakkan padanya, bahwa aku adalah lelaki sejati. kepercayaan diri itu akhirnya muncul. syukur deh, butuh waktu lama untuk memunculkan kembali.
Pertemuan itu berjalan kaku, aku hanya bisa terpaku mengartikan semua. aku sadar ini hanya kebahagian yang sementara. ibarat sebuah tanaman, aku hampir mati kekeringan namun terselamatkan karena setetes embun yang jatuh dari pucuk daun. setetes embun itulah yang membuat aku tersentak meski hanya merasakan dinginnya embun. tanpa merasakan nikmatnya sebuah fungsi embun yang sebenarnya.
Cintakah aku?
pertanyaan yang sering muncul dibenakku. Aku mencoba untuk mengevaluasi setiap rasa yang ada. Ternyata aku GILA, menganggap ia sebagai jelmaannya. Namun, pertemuan itu seolah membalikkan semua kegilaanku, aku ingin mendekap tapi aku tak cakap. ingin ku gapai tapi ku tak punya nyali.
diam-diam aku memperhatikan setiap langkahnya, aku mulai sadar bahwa ini nyata, dia bukan Laili Rosalina yang meninggal akibat kanker darah, tetapi ia adalah gadis periang yang berpenampilan apa adanya, yang juga, nampaknya, mencerminkan kepribadiannya. Bahkan ia lebih baik dari apa yang ku bayangankan sebelumnya.
AKU JATUH CINTA.
Aku jatuh cinta,’tuk kesekian kali
Baru kali ini ku rasakan cinta sesungguhnya,
Tak seperti dulu
Kali ini ada pengorbanan
Cinta bukan sekedar kata-kata indah
Cinta bukan sekedar buaian belaian peraduan
Samudra cinta dari pulung hati
Tak terukur dalamnya
Hingga saat perpisahan tiba
Mengundang air mata
Atau hanya secuil penyesalan
Cinta adalah ruang dan waktu
Datang dan menghilang
Semua karunia sang pencipta
Mungkinkah kau sedang menatap bulan
Bulan sabit yang sedang kupandangi
Mungkinkah kamu menangis
Diatas bintang khayalku
Maafkanlah cinta
Atas kabut jiwa
Yang menutupi pandangan kalbu
Cinta adalah ruang dan waktu
Datang dan menghilang
Semua karunia sang pencipta
Aku menyesal hari ini, 16 Juli 2009 gak bergabung dengan teman2 di Unesa. maafkan aku, aku belum bisa menemuimu kembali, banyak tugas yang harus ku selesaikan hari ini. maaf, maaf, maaf.














maafkan aku……
aku hanya stetes embun keruh yang tak menyegarkan aku hanya bisa memberi noda dan luka….
aku cuma pengen bilang…
AKU KANGEN MA KAMU……..
4 elzaaa. aku bingung harus berkata apa, aku takut rasa itu ada dan tumbuh menjalar kesemua bagian tubuhku, sementara kau pergi meninggalkan aku dalam asah. Asahku tinggi tuk bisa kembali “hidup” bersama embun yang kau siramkan. I Miss U