Photo Kegiatan beliau sebagai Wakil Bupati yang benar-benar peduli terhadap Pendidikan wong Gresik, Tanpa memandang latar belakang status sekolah (swasta/negeri), Lembaga yang menaungi (NU/Muhammadiyah). Berbeda dengan pemimpin-pemimpin yang lain. MEMENTINGKAN GOLONGANNYA. Melalui blog ini saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga terhadap beliau yang telah hadir pada acara Akhirussanah yang diselenggarakan oleh MI MIFTAHUL ULUM III PERENGKULON. Meski sama-sama kita ketahui bersama, ditengah kesibukan beliau sebagai wakil Bupati Gresik, masih bisa menyempatkan diri untuk datang memenuhi undangan. terlebih datang dengan membawa bantuan 10 Unit komputer dan 2 unit laptop serta memberi bantuan bea siswa terhadap mereka yang berprestasi @ Rp. 1 Jt. Rp.750.000 Rp. 500.000. YANG TERPENTING, SEMUA DANA YANG DIBELANJAKAN MURNI 100% UANG PRIBADI, BUKAN UANG NEGARA YANG DIGUNAKAN UNTUK MENAIKKAN POPULARITAS DEMI MENAIKKAN DERAJAT DI MATA RAKYAT MENJELANG PILBUP 2010-2015 MENDATANG. Semoga Bapak Mampu mengemban amanah dari rakyat sampai akhir periode mendatang dengan tetap bersih dan tidak membawah institusi lain sebagai tunggangan POLITIK. AMIN
Berita Terkait
Demokrat Duetkan Sastro-Samwil
Didukung NU Non Struktural
Partai Demokrat tak mau tinggal diam untuk ikut meramaikan bursa pemilihan bupati Gresik 2010 mendatang. Saat ini, mereka sudah mengusung calonnya yakni pasangan Sastro Suwito sebagai calon bupati (cabup) dan Samwil sebagai calon wakil bupati (cawabup). Paket cabup-cawabup ini rencana bakal diresmikan bertepatan dengan ulang tahun Partai Demokrat pada 9 September mendatang. “Kita sudah pasti mengusung paket Sastro-Samwil. Cuma memang belum kita putuskan secara formal saja,” terang sumber di Partai Demokrat, Kamis (3/9).
Paket Sastro-Samwil ini sebetulnya tidak mengagetkan kalangan politisi dan warga masyarakat Gresik. Sebab, jauh sebelumnya rumor duet Sastro-Samwil melalui Partai Demokrat bakal meramaikan bursa kepimpinan di Gresik sudah mencuat.
Sastro Suwito yang kini masih menjabat Wakil Bupati Gresik semula juga akan diusung PKNU. Namun, akhirnya PKNU memilih mencalonkan Sekkab Gresik Husnul Khuluq bersama PKB. “Insya Allah dalam waktu dekat kita akan deklarasi pasangan cabup-cawabup,” terang Sastro.
Dikatakan, pihaknya belum bisa memastikan siapa yang bakal mendampinginya, karena memang belum diumumkan. “Kalau soal cabupnya ya tunggu pengumuman dari partai yang mencalonkan,” tandasnya.
Yang pasti, lanjutnya, dengan lepasnya PKNU dari genggaman, maka pilihan yang paling memungkinkan adalah Partai Demokrat. Selain didukung Partai Demokrat pasangan Sastro-Samwil juga mendapat dukungan penuh dari NU non struktural. “Pasangan ini memang ke-NU-anya tidak diragukan. Makanya NU non struktural banyak yang mendukungnya,” terang sumber kuat di kalangan Parta Demokrat.
Selain itu, sejumlah pendukung pasangan yang diyakini menjadi pasangan kuda hitam dalam perhelatan pilbup 2010 ini juga berusaha menggalang dukungan dari PKB di luar PKB yang mencalonkan Husnul Khuluq. “Kami juga sering kontak dengan teman-teman PKB di luar PKB-nya Pak Robbach Ma’sum (Ketua Dewan Syuro versi Muhaimin Iskandar-Red). Kelompok ini masih sangat solid dan jumlahnya banyak. Dan saya yakin mereka tidak keberatan mendukung Sastro-Samwil,” tutur sumber yang enggan disebut namanya itu.
Sebab, lanjutnya, Sastro sendiri pada 2005 juga diusung PKB, sementara Samwil sendiri juga pernah ikut membesarkan PKB. Sehingga kalangan PKB juga tidak asing lagi dengan sosok Sastro-Samwil. “Kami juga sudah kontak dengan Pak Nadir (ketua DPC PKB yang dilengserkan-Red) dan beliau mendukung dan memberikan restu,” ujarnya.
Sementara itu, sekretaris DPC Partai Demokrat Gresik Susiyanto menjelaskan, hingga kini partainya belum memutuskan siapa yang bakal dicalonkan menjadi calon bupati maupun wakil bupati. Yang jelas Partai Demokrat bakal mencalonkan, karena dengan perolehan suara Pileg 2009, Partai Demokrat sudah bisa mencalonkan sendiri. “Kalau soal mencalonkan pastilah, tapi, siapa yang kita calonkan akan dibicarakan lebih lanjut,” tutur Susiyanto.
DPAC Nglurug DPC PKNU
Tolak Sekkab Gresik Jadi Cabup
GRESIK – Puluhan Dewan Pengurus Anak Cabang Partai Kebangkitan Nahdhatul Ulama (DPAC PKNU) Gresik ngluruk kantor PKNU di Jalan Raya Suci, Kecamatan Manyar, Rabu (12/08).
Mereka ramai-ramai menolak keputusan DPC PKNU yang akan mengusung Husnul Khuluq menjadi calon bupati Gresik periode 2010-2015. “Mohon maaf para kiai yang bergabung di PKNU kami terpaksa menolak putusan partai yang akan mengusung Husnul Khuluq menjadi calon bupati Gresik. Alasannya, keputusan tersebut diambil tidak melalui mekanisme partai yang ada, contoh kecilnya adalah DPAC tidak pernah
dilibatkan dalam mengambil keputusan,” kata Lutfi, ketua DPAC PKNU Kecamatan Dukun, Rabu (12/8).
Padahal, tambah Lutfi, ada beberapa tokoh yang sudah melamar PKNU diantaranya wakil bupati Gresik Sastro Soewito dan beberapa tokoh lainnya. Jadi dukungan DPC PKNU kepada Husnul Khuluq yang terkesan tiba-tiba ini patut dipertanyakan.
“Warga PKNU Gresik lebih condong dan cocok pada sosok wakil bupati saat ini yakni Sastro Soewito. Ini karena dalam pandangan kami Sastro Soewito punya andil besar dalam membesarkan PKNU hingga berhasil memperoleh 5 kursi di DPRD Gresik. Jadi ada ikatan batin yang kuat,” cetus mantan aktivis ini.
Dijelaskan, PAC bukan hanya mempersoalkan masalah dukungan pada Husnul Khuluq tetapi masalah pemberian mobil Daihatsu Luxio W-853-AK dari petinggi Pemkab Gresik kepada pengurus PCNU yang menjadi rasan-rasan di kalangan masyarakat bawah khususnya anggota PKNU.
“Mobil yang diberikan pada pengurus itu uang dari mana dan apa maksudnya, ini harus jelas. Makanya dari pada timbul fitnah, kami desak pengurus untuk mengembalikan mobil tersebut kepada pemiliknya yakni petinggi Pemkab Gresik,” ujarnya.
Puluhan DPAC yang menolak mencalonkan Husnul Khuluq yang juga Sekretaris Kabupaten (Sekkab) adalah DPAC Kebomas, Gresik, Manyar, Bungah, Dukun, Panceng, Sidayu, Ujungpangkah, Duduksampeyan, Cerme, Benjeng, Balongpanggang, Menganti, Kedamean, dan Driyorejo.
“Kami dengan tegas menolak mencalonkan Husnul Khuluq,” tegas ketua Dewan Syuro DPAC PKNU, HM Syaifudin saat bertemu dengan Ketua DPC PKNU, KH Usmuni di Kantor PKNU Desa Suci.
Sedangkan Ketua DPC PKNU KH Usmuni membantah partainya menetapkan calon bupati tanpa melibatkan pengurus partai. Keputusan memberangkatkan Husnul Khuluq sebelumnya telah melalui rapat pengurus partai. “Sudah melalui rapat semua pengurus, mulai DPC, DPAC, hingga ranting. Ketika rapat itu semuanya menyetujui, kalau PKNU mengusung Husnul Khuluq sebagai cabup,” ujar KH Usmuni.

















egosentris primordil terhadap wilayah memang sulit dihilangkan, namun demikian paling tidak mampu meminimalisir kecendrungan tersebut sehingga cita2 untuk menafikan daerah lain akan bisa dikekang dengan baek, oleh karenaya lakukanlah pemerataan pembangunan wahai para pahlawan.
SIAPAPUN BUPATINYA KITA HARUS LEGOWO DAN ITULAH PILIHAN RAKYAT GRESIK YANG PANTAS MEMIMPIN GRESIK.
YANG PENTING NO RACISM,NO ANARCHIS.
Wassalam,
Panjaga Nilai-Nilai ASWAJA Di Muka Bumu.
Mahasiswa Dukung Fatich
SEMENTARA itu gema pilbub Gresik kian ramai saja. Kini giliran Forum Pemuda dan Mahasiswa (FPM) Kabupaten Gresik, sepakat mendukung Fatichudin untuk maju pilbup.
Koordinator FPM Yudi Santoso mengaku kalangan mahasiswa sepakat mendukung Fatich dengan alasan selain orang muda, dia juga dikenal sebagai konseptor pembangunan Lamongan.
“Selain asli Gresik, sosok Fatich mewakili kaum muda dan intelektual yang kami nilai paling layak dan siap memimpin Gresik,” ujar Yudi, Sabtu (7\11).
Apalagi, tambah Yudi, salah satu misi Fatich adalah menjadikan basis ekonomi sebagai panglima pembangunan. “Kalau yang lain, mungkin kebanyakan menjadi politik sebagai panglima, tentu ini sangat bertolak belakang dengan kehidupan masyarakat ,” katanya membandingkan.
Ditemui terpisah, Fatichudin yang namanya masuk dalam buku 100 tokoh muda berpengaruh di Jatim, mengaku bangga dengan dukungan tersebut. “Ini membuktikan bahwa generasi muda Gresik sudah berfikir jernih, positif dan jauh ke depan. Sehingga aspirasi ini, harus kita respon dan ditindaklanjuti,” ujar Fatich, kandidat Doktor Universitas Airlangga Surabaya ini. san
http://www.surya.co.id/2009/11/09/tingkatkan-kesejahteraan-guru-pri-rangkul-pamong-desa.html