SLB MUHAMMADIYAH


Menyiapkan Generasi yang Terlupakan

Desa Golokan, Sidayu, Gresik, yang cerah pagi itu terasa berbeda. Samar-samar lantunan ayat al-Quran terdengar timbul-tenggelam diterpa angin. Tapi masyarakat itu tidak heran, karena mereka sudah terbiasa mendengar aktivitas pagi yang rutin muncul dari tengah desa itu. Setiap pukul 07.00, dari sebuah Sekolah Luar Biasa Muhammadiyah, suara itu mengalun.


Dari sisi historis, SLB Muhammadiyah Golokan ini memang cukup legendaris, karena sudah berdiri sejak 1987. Pada saat itu, sekolah ini hanya menampung 5 siswa yang masih pada jenjang Sekolah Dasar (SD). Atas inisiatif Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) setempat, Lembaga Pendidikan ini akhirnya baru diresmikan 3 tahun berikutnya oleh Lukman Harun dari PP Muhammadiyah. Dalam perhelatan akbar itu jumlah siswa yang ditampung di SLB ini sudah meningkat menjadi 10 orang.
Selama 15 tahun sekolah ini dinakhodai Innik Hikmatin, MPd. Ia sekaligus sebagai pendirinya, bersama aktivis Muhammadiyah setempat. Banyak liku kegigihan yang harus dialami Innik dalam mengerakkan sekolah bagi generasi bangsa kurang beruntung karena cacat ini. Dan, dalam perjalannya, Innik harus berpindah dari sekolah itu karena tugas negara menjadi kepala sekolah di SDN Sidayu, Gresik. Tongkat estafet berpindah kepada Herni Supriati SPd, pada 2002. Tak kalah gesit dengan Innik, Herni berhasil mengembangkan SLB ini sehingga menjadi salah satu kebanggaan Muhammadiyah.
Di tangan Herni, SLB terus merias diri. Dan kini, secara perlahan tapi pasti, SLB Muhammadiyah Golokan benar-benar semakin cantik. Sekolah yang awalnya hanya dihuni para murid tingkat SD, lalu menjadi lebih lengkap dengan berdirinya TK, SD, SMP hingga SMA. “Dan kini sekolah ini semakin dikenal di luar, bahkan sampai ke kabupaten-kabupaten lain. Terbukti siswanya banyak juga yang dari kabupaten lain, seperti Lamongan,” tutur Herni.
Lebih dari itu, kini sekolah itu benar-benar menjadi idola. Sekarang saja sekolah itu sudah memiliki 48 siswa dengan klasifikasi siswa yang tertata rapi. Di tingkat TK sudah ada 17 siswa, tingkat SD ada 24 siswa, SMP ada 3 siswa dan SMA ada 4 siswa. Bahkan, belakangan ada lulusannya yang sudah menikah, sesama tunagrahita.
Para siswa di sekolah ini, semua terdiri dari jenis luar biasa yang meliputi tunarungu, tunanetra, tunagrahita dan jenis autis. Dengan beragam jenis tuna ini, kepala sekolah berinisiatif untuk mengklasifikasi kurikulum keahliannya pada program khusus (progsus). “Meski kurikulumnya sama dengan sekolah biasa, kami tetap saja menyediakan kurikulum tambahan program khusus,” tutur kepala sekolah.
Klasifikasi kurikulum dalam progsus, tambah Herni, ditentukan sesuai jenis tunanya. Pada tunanetra disisipkan kurikulum orientasi mobilitas, tunarungu disisipkan bina persepsi bunyi dan irama (BPBI), dan tunagrahita dengan kemampuan merawat diri (KMD). “Pada kurikulum KMD ini kami mengajarkan siswa tunagrahita untuk hidup bersih. Seperti bagaimana memasang softex pada saat haid dan lainnya,” jelasnya.
Di sekolah ini para siswa dididik untuk membiasakan diri belajar dan beribadah. Hal itu dibuktikan dengan diadakannya pembacaan ayat suci al-Quran setiap hari sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. “Pembacaan ayat suci ini merupakan do’a bagi mereka atas anugerah yang diberikan oleh Allah swt,” tutur Herni sambil menghela nafas.
Meski guratan suka-duka menjadi pendidik di sekolah ini selalu melintas di benak para guru, tapi mereka tetap sabar dan tahan uji. Sebab, mereka sadar bahwa perilaku anak luar biasa ini sangat beragam. Tidak seperti anak normal pada umumnya, yang diperingatkan saja sudah mengerti. Perilaku siswa luar biasa sangat istimewa.
Bahkan, tidak jarang siswa tiba-tiba menggampar tanpa sebab, buang air besar tanpa koordinasi, dan meludah sembarang tempat. “Suatu ketika, ada salah satu siswa, Koko namanya (siswa kelas I SD) meludahi punggung saya. Memang harus sabar mengajar di sekolah luar biasa ini. Siswa harus dipahami dengan kasih sayang,” tutur Wahib, seorang guru yang menjadi ‘korban’.
Meski punya perilaku yang beda dengan anak pada umumnya, siswa di sekolah ini juga tidak kalah energik dengan siswa normal di sekolah lain dalam menempa ilmu dan berkreasi. Sebab, sekolah ini juga menyediakan banyak kegiatan dengan beragam keterampilan di luar kurikulum progsus. Hal itu terbukti dengan penerapan berbagai ketrampilan tata boga, menjahit, border dan lain sebagainya untuk tingkat SMP dan SMA.
Potensi yang dimiliki siswa luar biasa ini mulai tampak. Pada 2003 lalu misalnya, salah satu siswa tunagrahita menjadi juara II lari 100 meter putra tingkat Jatim. Selain itu, ada siswa tunanetra yang meraih juara I tingkat Kabupaten Gresik. “Juara olah raga ini diperoleh karena kerajinan mereka dalam mengikuti pelajaran olah raga dan kurikulum pengembangan diri yang diselenggarakan Kamis pagi,” ungkap kepala sekolah.
Pemberian motivasi dan sarana keahlian ini juga tidak hanya diberikan pada para siswa saja. Para guru juga diberi motivasi untuk mempersiapkan diri menjadi tenaga pengajar luar biasa yang profesional. “Setiap satu bulan sekali kami mengadakan pembinaan guru untuk menunjang dan memotivasi agar menjadi lebih profesional,” katanya.
Pola sistem perekrutan siswa SLB Muhammadiyah Golokan ini tentu tidak sama dengan yang diterapkan di sekolah-sekolah normal. Dewan guru membuat agenda rekrutmen sebagai pijakan awal mengidentifikasi siswa akan masuk pada jenis tunanya. Dengan bermodal fotocopy akte kelahiran, data hasil tes kesehatan dan psikologi, serta uang Rp 30.000, para orang tua sudah bisa mendaftarkan anaknya, dan mendapat fasilitas kalender, formulir serta buku panduan.
Strategi rekrutmen ini diharapkan dapat menjaring murid dengan tepat sasaran. Selanjutnya, saat tes masuk, sekolah melakukan seleksi siswa melalui kelas observasi selama satu bulan sampai dua bulan untuk calon siswa SD, kemudian juga menerapkan tes IQ dan tes psikologi. Hal itu dilakukan untuk mengetahui tingkat kecerdasan siswa dan jenis tunanya untuk dikelompokkan sesuai tingkatannya.
Sejauh ini upaya yang dilakukan itu sudah menuai hasil. Dibandingkan dengan data 2007, tahun 2008 ini jumlah siswa mengalami peningkatan lebih dari 10 %. Tahun 2007 ada 43 siswa, maka sekarang sudah 48 siswa. Di tahun 2008 ini, SLB Muhammadiyah Golokan terus berbenah. Hal itu terbukti dengan adanya progsus bagi siswa autis, jenis anak abnormal mirip hiperaktif. “Kami sudah mempunyai 3 siswa autis, dan untuk selanjutnya kami akan mempersiapkan instruktur khusus. Sebab, anak autis tidak bisa ditangani bersama anak lain. Mereka harus ditangani secara eksklusif. Satu siswa, satu guru,” pungkas Herni.

Tentang Pak Choy

Belajar Menjadi Gurunya Manusia
Pos ini dipublikasikan di SLB MUHAMMADIYAH. Tandai permalink.

5 Balasan ke SLB MUHAMMADIYAH

  1. ucii berkata:

    alamat lengkapnya dimana itu ?

  2. turhan berkata:

    toh Tuhan tidak akan menanyakan hal itu. Mungkin Tuhan hanya akan bertanya “SEBAIK APA HATIMU?”

    saya berangkat dari hati nurani saya, saya “tinggalkan” MI MIFTAHUL ULUM III demi mereka yang selalu terpinggirkan, demi mereka, saya rela bergaji beberapa lembar uang ribuan,-/bulan, yang sebelumnya9di MI) bergaji 20rb/jam. (20.000 x 36 jam).

    janganlah kamu tanyakan apa yang sudah diberikan negara kepadamu, tapi tanyakan apa yang sudah kamu berikan kepada negara ini”.

    tapi tahukah bpk/sdr, bangsa yang besar akan runtuh jika setiap langkah berharap pamrih. WENEHONO TEKEN MARANG WONG KANG WUTO, WENEHONO MANGAN MARANG WONG KANG LUWE, WENEHONO NGIYUP MARANG WONG KANG KUDANAN, WENEHONO BUSONO MARANG WONG KANG WUDO

    Saya salud dengan sikap anda, ternyata anda tidak gegebah dalam menyikapi masalah.
    tetapi apakah syurga dapat dibeli dengan perbandingan harga dan nilaia uang ribuan ..?

    Ikhlas itu adalah keseimbangan antara hak dan kewajiban. bukan ada dibibir,

    Ok, kita sepakat bahwa kita wajib memerangi orang yang ngaku pahlawan, dengan dalih memperalat anak yang mengalami kebutuhan khusus dijadikan alat untuk memperkaya diri. dan orang semacam itu halal darahnya.

    Ok kita sepaham ternyata masih banyak orang yang mensucikan diri dengan menggunakan tameng ABK.

    inilah yang saya merasa tidak pas setelah kmi susah payah untuk mendirikan SLB, tetapi ternyata VISI MISI dan harapan kami setelah kami tidak ada dalam lingkaran itu, yang kemudian dijadikan ajang untuk rebutan kekuasaan, rebutan pengaruh, rebutan menjadi pahlawan, rebutan perkaya diri. dan bahkan memperalat anak-anak ABK.

    Tentu Allah SWT, tidak tidur dan membiarkan hambanya yang serakah, dan ambisi.

    Fastabiqul Khairat
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

    Turhan husnan

    • Khoirul Anwari berkata:

      wa alaikum salaam. maaf sebelumnya jika saya telah menyinggung Bapak/sdr yang ada di sana. bagi saya biarlah mereka bekerja, yang terpenting bagi saya, saya berusaha untuk bekerja dari hati sehingga kelak tidak sia-sia dan bukan maksud saya mengkonversi surga dengan lembaran-lembaran mata uang.
      Harapan saya, Mereka bisa mencontoh hal yang baik dari yang saya miliki, setidaknya semangat saya, serta membuang jauh hal yang negatif dari saya.sebaliknya saya.
      Kalau memang ada masalah dengan SLB, (agar tidak menjadi konsumsi publik) saya sebagai pribadi, menganjurkan untuk ngomong dari hati ke hati, atau bisa ke ketua yayasan atau dikdasmen atau apalah yang menaungi lembaga tersebut. Pasti ada jalan terbaik. Mari berlomba dalam kebaikan. wass.

  3. TURHAN berkata:

    mas Khoirul Anwari, kalau bicara soal sejarah SLB Muhammadiyah Golokan, tentu harus membahas tuntas, utamanya sumber sejarah itu terlibat seutuhnya, artinya nara sumber sebagai pendiri SLBM itu tetap dijadikan acuan untuk menulis sebuah paparan, agar tidak parsial dalam mengambil suatu keutuhan sejarah.
    Ya kalau memang itu benar sesuai dengan alur cerita pelaku, tentu tidak apa-apa, tetapi ketika salah dan benar-benar tidak tepat sesuai denga alur babakan cerita, ini yang bikin pelaku sejarah merasa tersinggung. apalagi Mas bukan orang penduduk asli golokan, atau nota bone bukan bukan dilahirkan dan dibesarkan dari muhammadiyah. dan bahkan tidak ikut membedani lahirnya SLBM.
    Kalau toh Pak Wahib, sebagai nara sumber, waktu itu dia masih duduk dibangku SMP pada tahun 1987, tentu sangat tidak mengerti apa-apa, apalagi Bu herni, yang mas anggap sebagai pilar dan heroik, keberadaan mereka itu ada pada saat SLBM sudah mapan, dan tinggal menikmati hasil dan menikmati hidup. tetapi yang mengandung, melahirkan, menyusui dan merawat sejak balitai itu, mereka belum ada dan tidak tahu, baru tahu setelah SLB itu dewasa dan wujud sosok manusia.
    apakah yang demikian patut dijadikan acuan dalam menulis kebenaran sebuah beirita.
    kalau mas ngerti tatacara dan tatakrama dalam menulis itu watak dan sifat itu tidak dimilki, tetapi kalau memang kode etika menulis belum dipunyai saya siap memberikan pemahaman untuk digurui.
    sekian semoga Allah memberikan hidayah dan kebenaran. sejati.

    • Khoirul Anwari berkata:

      alhamdulillah, Tepat 6 bulan Usia tulisan ini, berarti blog ini juga berusia 6 bulan, masih mudah ya?. Tulisan ini disadur dari majalah MATAN, Majalah Muhammadiyah. jadi isinya 99,999999% bukan tulisan saya. bukan berarti saya lepas tangan untuk tidak bertanggung jawab. bapak benar, saya tidak punya ilmu tentang jurnalistik. dengan senang hati jika bapak berkenan untuk memberi (bukan membagi, karena saya tidak punya ilmu untuk dibagi) ilmunya. bapak juga benar tentang keMuhammadiyahan saya, saya dilahirkan dari lingkungan NU. saya tidak pernah disuruh memilih NU atau Muhammadiyah. toh Tuhan tidak akan menanyakan hal itu. Mungkin Tuhan hanya akan bertanya “SEBAIK APA HATIMU?” tentang pak Wahib atau bu Herni, bagi saya, sama saja dengan guru-guru yang lain, tidak lebih dari itu. mengapa SLB Muhammadiyah? saya berangkat dari hati nurani saya, saya “tinggalkan” MI MIFTAHUL ULUM III demi mereka yang selalu terpinggirkan, demi mereka, saya rela bergaji beberapa lembar uang ribuan,-/bulan, yang sebelumnya9di MI) bergaji 20rb/jam. (20.000 x 36 jam). saya merasa sedikit kecewa jika bapak/sdr merasa berjasa atas SLBM. saya ingat pesan dari salah satu presiden AS. “janganlah kamu tanyakan apa yang sudah diberikan negara kepadamu, tapi tanyakan apa yang sudah kamu berikan kepada negara ini”. saya juga tahu “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya”. tapi tahukah bpk/sdr, bangsa yang besar akan runtuh jika setiap langkah berharap pamrih. WENEHONO TEKEN MARANG WONG KANG WUTO, WENEHONO MANGAN MARANG WONG KANG LUWE, WENEHONO NGIYUP MARANG WONG KANG KUDANAN, WENEHONO BUSONO MARANG WONG KANG WUDO. Sudah membaca buku murid goblok ketemu guru goblok?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.